Malam Budaya — Peluncuran Buku “Taring Padi: Seni Membongkar Tirani”
30 Juli 2011, Galeri Cipta II
Peluncuran buku “Taring Padi: Seni Membongkar Tirani” ini akan dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia di mana terdapat jaringan/komunitas yang selama ini ikut berperan dan berpartisipasi dalam proses berkarya dan berkegiatan Taring Padi. Peluncuran buku perdana dilaksanakan di Jakarta merupakan hasil kerjasama degan Dewan Kesenian Jakarta dan menjadi bagian dari program paralel Jakarta Biennale#14.2011 “Maximum City: Survive or Escape”.
Buku ini adalah retrospeksi karya kolektif Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi (atau popular dengan akronim “TP”) yang berdiri di akhir 1998. Di dalamnya, 13 tema memilah karya-karya mereka, dengan satu tulisan “pembacaan” menyertai setiap kategori tema. Dengan pengategorian dan pembacaan, buku ini mendokumentasikan reaksi radikal pekerja seni seperti TP, atas perubahan sosial politik di Indonesia sejak reformasi 1998. Bentuk reaksi itu adalah kerja seni kolektif yang progresif, inklusif, militan, dan berkelanjutan sampai sekarang. (Alexander Supartono – Independent Art Historian and Curator, PhD Candidate in the School of Art History, University of St. Andrews, UK)
13 (tiga belas) tema dalam buku ini ditulis oleh 12 (dua belas) penulis, yaitu:
1. Taring Padi: Bukan Demi Wacana Seni Rupa oleh Dolorosa Sinaga
2. Ikonografi Manusia Separuh Anjing: Kampanye Antimiliterisme dalam Karya-karya Taring Padi oleh Kiswondo
3. Sebuah Gagasan yang Tak Mati-mati oleh Martin Aleida
4. Produksi Respon Taring Padi terhadap Konflik Horisontal oleh Kiswondo
5. Ideologi itu Berkelamin: Representasi Perempuan dalam Karya-karya Taring Padi oleh Wulan Dirgantoro
6. Buruh Bersatu, Tak Terkalahkan oleh Yayak Yatmaka
7. Menolak Ndoro Londo Balik Lagi, atau Globalisasi oleh Bambang Agung
8. Koruptor Disayang Tuhan oleh Rheinhard Sirait
9. Omah Buku Taring Padi dan Aktivitas Edukasi Lainnya oleh Emilia Javanica
10. Musik Taring Padi sebagai Instrumen Penyadaran oleh Jeffar Lumban Gaol
11. Reforma Agraria sebagai Tuntutan Pokok dalam Perjuangan Kaum Tani Indonesia oleh Erpan Faryadi
12. Kondisi Manusia dalam Persoalan Lingkungan oleh Marco Kusumawijaya
13. Membangun Jaringan Kebudayaan Global oleh Alexandra Crosby
(Dok. Video Joel Thaher/DKJ)