Gugun Blues Shelter 01 – Blues 4 Freedom
Posted on August 15th, 2011 by dkj in Featured, Jakarta Biennale, Music
Embed

Blues 4 Freedom (Fringe Event JAKARTA BIENNALE #14 2011 “Jakarta Maximum City”) — Kerjasama Dewan Kesenian Jakarta, Galerfi Foto Jurnalistik Antara, dan DjakArtmosphere
29 Juli 2011, Plasa teater Kecil
17.00 wib-02.00 wib

Menampilkan:
Harry Pochang Blues Libre | Navicula | Bangkutaman | Efek Rumah Kaca | Leonardo | Gugun Blues Shelter | The Flowers | Getah

(Dok. Joel Thaher/ DKJ)

read more...
Gugun Blues Shelter 02 – Blues 4 Freedom
Posted on August 15th, 2011 by dkj in Featured, Jakarta Biennale, Music
Embed

Blues 4 Freedom (Fringe Event JAKARTA BIENNALE #14 2011 “Jakarta Maximum City”) — Kerjasama Dewan Kesenian Jakarta, Galerfi Foto Jurnalistik Antara, dan DjakArtmosphere
29 Juli 2011, Plasa teater Kecil
17.00 wib-02.00 wib

Menampilkan:
Harry Pochang Blues Libre | Navicula | Bangkutaman | Efek Rumah Kaca | Leonardo | Gugun Blues Shelter | The Flowers | Getah

(Dok. Joel Thaher/ DKJ)

read more...
leonardo – Blues 4 Freedom
Posted on August 15th, 2011 by dkj in Featured, Jakarta Biennale, Music
Embed

Blues 4 Freedom (Fringe Event JAKARTA BIENNALE #14 2011 “Jakarta Maximum City”) — Kerjasama Dewan Kesenian Jakarta, Galerfi Foto Jurnalistik Antara, dan DjakArtmosphere
29 Juli 2011, Plasa teater Kecil
17.00 wib-02.00 wib

Menampilkan:
Harry Pochang Blues Libre | Navicula | Bangkutaman | Efek Rumah Kaca | Leonardo | Gugun Blues Shelter | The Flowers | Getah

(Dok. Joel Thaher/DKJ)

read more...

Malam Budaya — Peluncuran Buku “Taring Padi: Seni Membongkar Tirani”
30 Juli 2011, Galeri Cipta II

Peluncuran buku “Taring Padi: Seni Membongkar Tirani” ini akan dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia di mana terdapat jaringan/komunitas yang selama ini ikut berperan dan berpartisipasi dalam proses berkarya dan berkegiatan Taring Padi. Peluncuran buku perdana dilaksanakan di Jakarta merupakan hasil kerjasama degan Dewan Kesenian Jakarta dan menjadi bagian dari program paralel Jakarta Biennale#14.2011 “Maximum City: Survive or Escape”.

Buku ini adalah retrospeksi karya kolektif Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi (atau popular dengan akronim “TP”) yang berdiri di akhir 1998. Di dalamnya, 13 tema memilah karya-karya mereka, dengan satu tulisan “pembacaan” menyertai setiap kategori tema. Dengan pengategorian dan pembacaan, buku ini mendokumentasikan reaksi radikal pekerja seni seperti TP, atas perubahan sosial politik di Indonesia sejak reformasi 1998. Bentuk reaksi itu adalah kerja seni kolektif yang progresif, inklusif, militan, dan berkelanjutan sampai sekarang. (Alexander Supartono – Independent Art Historian and Curator, PhD Candidate in the School of Art History, University of St. Andrews, UK)

13 (tiga belas) tema dalam buku ini ditulis oleh 12 (dua belas) penulis, yaitu:
1. Taring Padi: Bukan Demi Wacana Seni Rupa oleh Dolorosa Sinaga
2. Ikonografi Manusia Separuh Anjing: Kampanye Antimiliterisme dalam Karya-karya Taring Padi oleh Kiswondo
3. Sebuah Gagasan yang Tak Mati-mati oleh Martin Aleida
4. Produksi Respon Taring Padi terhadap Konflik Horisontal oleh Kiswondo
5. Ideologi itu Berkelamin: Representasi Perempuan dalam Karya-karya Taring Padi oleh Wulan Dirgantoro
6. Buruh Bersatu, Tak Terkalahkan oleh Yayak Yatmaka
7. Menolak Ndoro Londo Balik Lagi, atau Globalisasi oleh Bambang Agung
8. Koruptor Disayang Tuhan oleh Rheinhard Sirait
9. Omah Buku Taring Padi dan Aktivitas Edukasi Lainnya oleh Emilia Javanica
10. Musik Taring Padi sebagai Instrumen Penyadaran oleh Jeffar Lumban Gaol
11. Reforma Agraria sebagai Tuntutan Pokok dalam Perjuangan Kaum Tani Indonesia oleh Erpan Faryadi
12. Kondisi Manusia dalam Persoalan Lingkungan oleh Marco Kusumawijaya
13. Membangun Jaringan Kebudayaan Global oleh Alexandra Crosby

(Dok. Video Joel Thaher/DKJ)

read more...
navicula – Blues 4 Freedom
Posted on August 15th, 2011 by dkj in Featured, Jakarta Biennale, Music
Embed

Blues 4 Freedom (Fringe Event JAKARTA BIENNALE #14 2011 “Jakarta Maximum City”) — Kerjasama Dewan Kesenian Jakarta, Galerfi Foto Jurnalistik Antara, dan DjakArtmosphere
29 Juli 2011, Plasa teater Kecil
17.00 wib-02.00 wib

Menampilkan:
Harry Pochang Blues Libre | Navicula | Bangkutaman | Efek Rumah Kaca | Leonardo | Gugun Blues Shelter | The Flowers | Getah

(Dok. Joel Thaher/DKJ)

read more...
Yayak – Peluncuran Buku Taring Padi
Posted on August 15th, 2011 by dkj in Featured, Jakarta Biennale, Litterature, Music
Embed

Malam Budaya — Peluncuran Buku “Taring Padi: Seni Membongkar Tirani”
30 Juli 2011, Galeri Cipta II

Peluncuran buku “Taring Padi: Seni Membongkar Tirani” ini akan dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia di mana terdapat jaringan/komunitas yang selama ini ikut berperan dan berpartisipasi dalam proses berkarya dan berkegiatan Taring Padi. Peluncuran buku perdana dilaksanakan di Jakarta merupakan hasil kerjasama degan Dewan Kesenian Jakarta dan menjadi bagian dari program paralel Jakarta Biennale#14.2011 “Maximum City: Survive or Escape”.

Buku ini adalah retrospeksi karya kolektif Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi (atau popular dengan akronim “TP”) yang berdiri di akhir 1998. Di dalamnya, 13 tema memilah karya-karya mereka, dengan satu tulisan “pembacaan” menyertai setiap kategori tema. Dengan pengategorian dan pembacaan, buku ini mendokumentasikan reaksi radikal pekerja seni seperti TP, atas perubahan sosial politik di Indonesia sejak reformasi 1998. Bentuk reaksi itu adalah kerja seni kolektif yang progresif, inklusif, militan, dan berkelanjutan sampai sekarang. (Alexander Supartono – Independent Art Historian and Curator, PhD Candidate in the School of Art History, University of St. Andrews, UK)

13 (tiga belas) tema dalam buku ini ditulis oleh 12 (dua belas) penulis, yaitu:
1. Taring Padi: Bukan Demi Wacana Seni Rupa oleh Dolorosa Sinaga
2. Ikonografi Manusia Separuh Anjing: Kampanye Antimiliterisme dalam Karya-karya Taring Padi oleh Kiswondo
3. Sebuah Gagasan yang Tak Mati-mati oleh Martin Aleida
4. Produksi Respon Taring Padi terhadap Konflik Horisontal oleh Kiswondo
5. Ideologi itu Berkelamin: Representasi Perempuan dalam Karya-karya Taring Padi oleh Wulan Dirgantoro
6. Buruh Bersatu, Tak Terkalahkan oleh Yayak Yatmaka
7. Menolak Ndoro Londo Balik Lagi, atau Globalisasi oleh Bambang Agung
8. Koruptor Disayang Tuhan oleh Rheinhard Sirait
9. Omah Buku Taring Padi dan Aktivitas Edukasi Lainnya oleh Emilia Javanica
10. Musik Taring Padi sebagai Instrumen Penyadaran oleh Jeffar Lumban Gaol
11. Reforma Agraria sebagai Tuntutan Pokok dalam Perjuangan Kaum Tani Indonesia oleh Erpan Faryadi
12. Kondisi Manusia dalam Persoalan Lingkungan oleh Marco Kusumawijaya
13. Membangun Jaringan Kebudayaan Global oleh Alexandra Crosby

(Dok. Video Joel Thaher/DKJ)

read more...

Peluncuran buku “Taring Padi: Seni Membongkar Tirani” ini akan dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia di mana terdapat jaringan/komunitas yang selama ini ikut berperan dan berpartisipasi dalam proses berkarya dan berkegiatan Taring Padi. Peluncuran buku perdana dilaksanakan di Jakarta merupakan hasil kerjasama degan Dewan Kesenian Jakarta dan menjadi bagian dari program paralel Jakarta Biennale#14.2011 “Maximum City: Survive or Escape”.

Buku ini adalah retrospeksi karya kolektif Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi (atau popular dengan akronim “TP”) yang berdiri di akhir 1998. Di dalamnya, 13 tema memilah karya-karya mereka, dengan satu tulisan “pembacaan” menyertai setiap kategori tema. Dengan pengategorian dan pembacaan, buku ini mendokumentasikan reaksi radikal pekerja seni seperti TP, atas perubahan sosial politik di Indonesia sejak reformasi 1998. Bentuk reaksi itu adalah kerja seni kolektif yang progresif, inklusif, militan, dan berkelanjutan sampai sekarang. (Alexander Supartono – Independent Art Historian and Curator, PhD Candidate in the School of Art History, University of St. Andrews, UK)

13 (tiga belas) tema dalam buku ini ditulis oleh 12 (dua belas) penulis, yaitu:
1. Taring Padi: Bukan Demi Wacana Seni Rupa oleh Dolorosa Sinaga
2. Ikonografi Manusia Separuh Anjing: Kampanye Antimiliterisme dalam Karya-karya Taring Padi oleh Kiswondo
3. Sebuah Gagasan yang Tak Mati-mati oleh Martin Aleida
4. Produksi Respon Taring Padi terhadap Konflik Horisontal oleh Kiswondo
5. Ideologi itu Berkelamin: Representasi Perempuan dalam Karya-karya Taring Padi oleh Wulan Dirgantoro
6. Buruh Bersatu, Tak Terkalahkan oleh Yayak Yatmaka
7. Menolak Ndoro Londo Balik Lagi, atau Globalisasi oleh Bambang Agung
8. Koruptor Disayang Tuhan oleh Rheinhard Sirait
9. Omah Buku Taring Padi dan Aktivitas Edukasi Lainnya oleh Emilia Javanica
10. Musik Taring Padi sebagai Instrumen Penyadaran oleh Jeffar Lumban Gaol
11. Reforma Agraria sebagai Tuntutan Pokok dalam Perjuangan Kaum Tani Indonesia oleh Erpan Faryadi
12. Kondisi Manusia dalam Persoalan Lingkungan oleh Marco Kusumawijaya
13. Membangun Jaringan Kebudayaan Global oleh Alexandra Crosby

read more...

“PANCASILA RUMAH KITA, A TRIBUTE TO FRANKY SAHILATUA”
Graha Bhakti Budaya
Selasa, 31 Mei 2011

Sejumlah tokoh seniman bersama beberapa penyanyi dan artis sinetron muda, akan menghelat acara penghormatan untuk Frank Sahilatua, pemusik sekaligus aktivis yang telah tutup usia pada medio April lalu.

Beberapa penyanyi dan artis sinetron muda, seperti: Reza Rahadian, Atiqah Hasiholan, Teuku Wisnu, Shireen Sungkar, Glenn Fredly, Berlian Hutauruk, Tompi, Edo kondologit serta beberapa artis lain akan unjuk tampil membacakan puisi dan narasi kebudayaan, selain memainkan beberapa lagu karya Franky.

Acara yang diinisiasi oleh Akar Indonesia bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta, Green Music Foundation, dan Kalyana Shira itu dilangsungkan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada Selasa (31/5).

(Video: Joel Thaher/DKJ)

read more...
Bincang Tokoh: BUDI DARMA
Posted on June 23rd, 2011 by dkj in Featured, Litterature
Embed

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali menggelar program Bincang Tokoh, sebuah program yang dirancang untuk mendekatkan sastrawan-sastrawan terkemuka yang masih aktif menulis dan telah menghasilkan karya-karya penting, dengan masyarakat pembaca.

Program yang sudah memasuki putaran keempat ini akan menghadirkan novelis sekaligus akademisi sastra Universitas Indonesia, Prof. Dr. Budi Darma. Sebelumnya program ini telah menampilkan sosok Remy Silado, Abdullah Harahap dan Afrizal Malna yang mendapat sambutan meriah dari publik sastra.

Program Bincang Tokoh yang dihadiri Budi Darma akan dihelat pada Jumat 17 Juni 2011, mulai pukul 15.00 WIB, di Galeri Cipta 3 Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Dosen Fakultas Psikologi UI, Bagus Takwin, didapuk untuk “mengendalikan” arah perbincangan dengan sang tokoh.

(Joel Thaher/DKJ)

read more...
Opening Galnas 1-Jakarta Biennale 2009
Posted on May 12th, 2011 by dkj in Featured, Fine Arts, Jakarta Biennale
Embed

Jakarta Biennale 2009 merupakan kali pertama perhelatan seni rupa dua tahunan ini bersifat internasional. Pada seri yang ke-13, Jakarta Biennale mengusung tema besar ‘Arena’. JB ’09 Arena menggelar berbagai rangkaian acara yang digolongkan ke dalam 3 zona besar: Zona Pemahaman (Zone of Understanding), Zona Pertarungan (Battle Zone), dan Zona Cair (Fluid Zone).

(Video: Joel Thaher/DKJ)

read more...